Memetik Ceri di Kebun Buah Ono Youran

oleh Kendra Evans



Bulan Juni adalah musim untuk memetik ceri, dan saya selalu tertarik untuk mencoba jika ada acara musiman tentang makanan! Yamanashi paling terkenal untuk anggur dan persiknya, tapi ceri juga dihasilkan di Minami Alps sejak zaman Edo. Kami berkesempatan untuk mencobanya, dan belajar sedikit lebih banyak tentang budidaya buah di Yamanashi.



Kami mengunjungi Ono Youran Kajuen, atau Kebun Buah Ono, di kota Minami alps. Bapak Ono, pemiliknya, sangat ramah mengajak kami berkeliling dan bercerita tentang kebunnya, yang telah dikelola oleh keluarganya selama turun-temurun.


Wilayah sekitar Minami Alps begitu sempurna untuk budidaya ceri, sebagaimana jernih nya air yang turun dari pegunungan bagus untuk buah. Bapak Ono membudidayakan enam jenis ceri yang berbeda di kebunnya, seperti Satounishiki yang lembut, Beni-shuuhou yang lambat tumbuhnya, dan kesukaan Bapak Ono sendiri, Takasago yang penuh citarasa.


Tapi ternyata ceri yang tumbuh dari pohon yang sama pun bisa sangat berbeda rasanya. Hal ini tergantung dari seberapa tinggi letak tumbuh buahnya, seberapa banyak sinar matahari yang diterima, dan seberapa tipis atau lebar daunnya. Apapun jenisnya, semua hal itu menentukan seberapa lezat ceri nantinya.



Ceri ditanam di dalam rumah kaca, dengan alat penyiram tanaman dan semak-semak di bagian dasar untuk membantu tumbuhnya pohon. Yang mungkin akan sangat mengejutkan adalah adanya kambing di kebun ini! Saat waktu memetik ceri tiba, kambing-kambing ini ditalikan di tepian rumah kaca, namun bila para pengunjung telah pulang, mereka dilepaskan untuk memakan rumput, ceri yang terjatuh ataupun dibuang, dan kadang kala ceri yang ada di pohon, jika mereka bisa meraihnya! Kambing sudah ada Minami Alps selama bertahun-tahun, dan selalu membantu petani di wilayah ini, jadi meskipun mungkin mereka ini tidak mutlak dibutuhkan, Bapak Ono tetap memelihara kambingnya sebagai lambang penghormatan untuk sejarah panjang yang mereka miliki di pertanian Minami Alps.



Kami pun berkeliling di sekitar kebun, dan berbicara kepada beberapa pengunjung. Nampaknya nama baik Yamanashi akan kekayaan alamnya adalah salah satu alasan bagi para pengunjung untuk datang, serta letaknya yang dekat dengan Tokyo. Pengunjung wanita yang berbicara dengan kami sengaja datang ke Yamanashi khusus untuk memetik buah, dan menikmati suasana yang tenang. Menurut Bapak Ono, banyak pengunjung yang datang khusus untuk memetik ceri, dan karena musimnya cukup singkat, ini mengakibatkan lonjakan pekerjaan bagi dia dan perusahaannya. Namun, jumlah wisatawan asing masih belum mencapai 10% dari keseluruhan, meski ada beberapa kelompok wisata datang dari Taiwan, China, dan negara-negara Asia Timur lainnya.



Di artikel berikutnya, saya akan membicarakan tentang kegiatan paling populer di antara para wisatawan - membuat selai! Sampai jumpa lagi!



Instagram