Perjalanan Pemandu Wisata


oleh Kendra Evans
(ditulis pada 22 November 2016)
(diterjemahkan oleh F. Agustimahir)


Minggu lalu, ada tamu datang ke Divisi Pertukaran dan Pariwisata Global. Tamu itu adalah siswa dari SMP Fuefuki yang datang ke kantor kami untuk tugas magangnya. Dia ditugasi untuk membuat rencana wisata yang menunjukan berbagai hal menarik tentang Yamanashi kepada pelancong. Dia harus merencanakan jalur, jadwal, tempat, dan kegiatannya. Tugas ini terlihat sulit, tapi dia mengerjakannya dengan sepenuh hati, dan sehari setelahnya kami semua mengikuti rencana wisata keliling prefektur Yamanashi yang telah dibuatnya.

Tempat pertama kami adalah Oshino Hakkai yang berada dekat dari Kota Kawaguchiko. Ini adalah tempat delapan mata air yang memancar dari perut gunung Fuji. Airnya begitu bersih dan kamu bisa meminumnya langsung dari sumbernya, kolamnya pun sangat jernih sehingga dasarnya pun terlihat.

Kolam-kolam mata air ini sekarang telah ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia. Banyak pelancong yang datang kemari untuk melihatnya. Tapi, saya lebih tertarik pada bangunan rumah yang kami temui di sana. Dilihat dari atap dan taman-tamannya, rumah-rumah tersebut terlihat antik, dan arsitekturnya pun cocok sekali dengan lingkungannya.

Pepohohan berwarna merah dan jingga di sekeliling kolam dan di pegunungan di kejauhan menandakan akhir musim gugur.

Kami membawa pulang sedikit air dari mata air yang kami isi sendiri ke dalam botol plastik. Kami simpan botolnya tepat di sisi aliran airnya, yang dikelilingi oleh daun-daun gugur yang indah - tapi buah yang jatuh dari pohon gingko sudah mulai mengeluarkan bau, jadi kami tak tahan berlama-lama!





Setelah berjalan di sekeliling rumah antik tadi, kami berangkat ke tempat berikutnya. Oshino Shinobu no Sato, atau Desa Ninja Oshino. Sarat akan sejarah dan informasi tentang ninja, tempat ini sangat populer di antara para pelancong yang datang ke Yamanashi dan gunung Fuji.




Desa Ninja ini katanya sangat cantik di masa mekar bunga sakura, karena tamannya dikelilingi oleh pohon bunga sakura yang akan mekar dengan indah di sekitar jalur taman pada bulan Maret dan April. Tersedia juga tempat untuk merendam kaki, dimana kita bisa bersantai dan menikmati pemandangan sembari merendam kaki. Sempurna ketika kamu baru saja selesai mendaki gunung!






Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di desa Ninja. Karena saat itu hujan, kami memutuskan untuk tidak mencoba kegiatan 'Latihan Ninja', yang bisa melempar shuriken dan melewati rintangan yang ada. Sebagai gantinya, kami mencoba  'Rumah Ninja' atau Karakuri Yashiki. Rumah penuh teka-teki, seisi rumah sunyi senyap dan para pengunjung harus mencari pintu tersembunyi dan jalan menuju pintu keluar.




Tokonya pun menyediakan banyak pernak-pernik untuk dijadikan oleh-oleh untuk keluarga danteman. Saya pasti merekomendasikan tempat ini bagi mereka yang bermalam di sekitar Lima Danau Fuji ataupun di sekitar Kawaguchiko.

Selepas dari sana, kami menuju tempat istirahat di luar Museum Fotografi Taman Oshino untuk makan siang, dan melanjutkan perjalanan ke tempat berikutnya. Prefektur Yamanashi terkenal oleh minuman anggurnya, dan pemandu wisata kami pun memasukkan kilang anggur Aka-Fuji ke dalam jadwalnya, jadi kami bisa mencicipi beberapa minuman anggur.

Kilang anggur ini memiliki suasana yang tenang, dan para pegawainya sangat ramah dan paham betul tentang minuman anggur. Ruangan pertama yang kami masuki dipenuhi oleh tong-tong anggur dan sangat gelap. Kami mengikuti papan petunjuk satu-persatu sembari mencoba menjawab pertanyaan tentang minuman anggur yang tertulis di sana. Tak terasa, sambil terus berdiskusi dengan para pegawai, pintu di bagian belakang ruangan terbuka - dan memperlihatkan dinding rak minuman yang dipenuhi oleh botol-botol anggur.




Kami mencicipi enam jenis minuman anggur yang berbeda saat itu. Kesukaan saya adalah anggur merah manis, yang diketahui sangat cocok dipadukan dengan jus jeruk untuk Sangria, atau rempah-rempah hangat untuk membuat Gluhwein. Harga yang dibandrol cukup pantas untuk minuman anggur selezat itu. Kami juga mencoba minuman anggur untuk hidangan penutup karena pegawai yang melayani kami tertarik dengan pemandu wisata kami, sedangkan dia sendiri tidak bisa mencicipi minuman anggurnya! Minuman anggur untuk hidangan penutup tadi manis dan penuh cita rasa - dan harganya 12.000 yen. Kami memutuskan untuk membeli minuman anggur biasa dan beberapa jus anggur yang lezat.




Tempat terakhir membawa kami kembali ke utara Yamanashi. Pemandu membawa kami ke kota tempat tinggalnya di kota Yamanashi jadi kami bisa berkunjung ke Taman Buah. Taman buah ini sangat luas, dengan pemandangan menakjubkan untuk melihat cekungan Kofu, dipenuhi berbagai pohon buah, air mancur yang indah, dan rumah kaca berbentuk bulat yang sedikit aneh memanjakan mata kami.




Kami menuju ruang bawah tanah dari salah satu bangunan di sini, untuk melihat pameran tentang buah-buahan. Kami mempelajari banyak hal tentang asal-muasal buah, sejarah makan buah di Jepang, dan sedikit tentang produksi minuman anggur di seluruh dunia. Pameran ini sangat menarik dan interaktif, saya sangat merekomendasikan ini kepada keluarga dan siapapun yang tertarik dengan pertanian.

Ada juga onsen di bagian puncak bukit di Taman buah, yang pernah saya datangi sebelumnya. Karena tempatnya di luar ruangan, jadi pemandangannya lebih indah. Selain itu, meskipun kamu tidak bisa memetik buah dari pohon di Taman buah, masih ada banyak tempat untuk memetik buah langsung di luar wilayah taman dan sekitarnya. Kota Yamanashi memiliki banyak tempat untuk memetik anggur, prem, persik, dan lainnya. Saya rasa kunjungan ke Taman buah akan sangat baik untuk menghabiskan waktu sore para pelancong di prefektur ini.









Selesai dari Taman buah, kami sangat lelah. Tapi kami melewati hari ini dengan senang gembari karena melihat banyak tempat berbeda di Yamanashi. Terima kasih bagi pemandu kami yang telah merencakan perjalanan yang sangat baik! Saya pasti akan mengunjungi tempat ini lagi!



Instagram