Pages

Monday, February 20, 2017

Kunjungan murid SMA dari Vietnam dalam rangka JENESYS 2016

oleh F. Agustimahir



Tanggal 9 Februari 2017 kami kedatangan tamu, para murid SMA dari Vietnam dalam rangka JENESYS 2016.

Pada kesempatan hari ini, para murid SMA tersebut akan melakukan kegiatan pertukaran dengan sesama murid SMA di Kofu Nishi Koukou (SMA Kofu Barat).

Pertama-tama rombongan siswa SMA ini disambut oleh kepala sekolah di aula utama. Kedua belah pihak saling menukar cendera mata.

Sambutan dari Kepala Sekolah Kofu Nishi


Cindera mata untuk SMA Kofu Nishi 


Kemudian para murid SMA ini dibagi ke dalam 3 regu, dimana mereka akan mengikuti beberapa kelas terkait dengan budaya Jepang.

Kelas pertama adalah kelas Shodo, alias kelas kaligrafi Jepang. Kelas ini diadakan serentak untuk ketiga grup yang dibagi ke dalam 3 ruangan yang berbeda. Yang menjadi pengajarnya adalah para murid SMA Kofu Nishi. Kelas dimulai dari penjelasan singkat  tentang beberapa gaya kaligrafi.

Pengajaran kaligrafi dibagi dalam beberapa regu



Para murid pun belajar membuat tinta atau 'sumi' dari tinta padat yang digosokkan di atas bak tinta yang terbuat dari batu. Setelahnya mereka diajarkan untuk menulis kaligrafi sesuai dengan kanji yang disukai. 



Selepas kelas Shodo, masih ada 3 kelas lagi yang menunggu. Kelas-kelas tersebut adalah kelas Koto (alat musik petik tradisional), Sado (upacara minum teh), dan Kendo (seni beladiri). Regu-regu yang telah dibagi tadi memasuki kelas tersebut secara bergiliran.

Koto adalah salah satu alat musik tradisional Jepang. Ini kali pertama saya melihat langsung alat musik ini. Dulu, waktu saya kuliah ada alat musik Taisho-goto, yang katanya merupakan modifikasi dari koto pada zaman Taisho dan memiliki tuts seperti piano.

Menikmati permainan koto


Mencoba koto


Saya pikir koto pun ukurannya kurang lebih sama, tapi ternyata besar sekali. Untuk memetik dawainya pun dibutuhkan alat khusus yang disebut 'tsume'.

Tsume



Di kelas Sado, para siswa diajari cara membuat teh hijau ala Jepang. Seperti lazimnya upacara minum teh, kue manis akan disajikan sebelum teh hijaunya. Setelah mencoba membuat teh sendiri, para pengajar memeriksa hasilnya lewat busa teh yang timbul.



Menunggu instruksi


Di kelas kendo, para siswa dipersilahkan untuk memegang pedang kendo dan diajari cara-cara dasar untuk mengayunkan pedang tersebut. Pedang ini terbuat dari bambu dan disebut 'shinai'. Bahkan mereka dipersilahkan untuk mengayunkan pedangnya langsung ke siswa klub kendo.  

Belajar mengayunkan shinai


Mengayunkan shinai

Selama kegiatan, para siswa SMA dari Vietnam ini berusaha semaksimal mungkin supaya terus berkomunikasi dalam Bahasa Jepang.

Sekian laporan kegiatan JENESYS kali ini. Sampai jumpa pada kesempatan berikutnya.













No comments:

Post a Comment