Pages

Tuesday, May 09, 2017

Bunga di Yamanashi

oleh F. Agustimahir 

Ini adalah musim semi pertama saya di Jepang. Memasuki bulan April, perlahan-lahan berbagai bunga mulai bermekaran. Diantaranya adalah bunga sakura, persik, tulip, dan banyak lagi lainnya. Kali ini saya akan berbagi tentang beberapa tempat indah di Yamanashi untuk menikmati bunga-bunga tersebut.

Kuil Takeda

Gerbang masuk kuil Takeda (6 Apr 17).

Letak kuil ini tidak begitu jauh dari stasiun Kofu. Kuil dimana Takeda Shingen disembah sebagai dewa. Jalan utama menuju kuil ini dipenuhi oleh pohon sakura di kiri dan kanannya, begitu indah saat sakura bermekaran.

Pohon sakura di taman kuil.
Di sudut kanan bawah foto terlihat panggung yang digunakan untuk sandiwara 'Noh' (6 Apr 17).

Saya datang dua kali, tanggal 6 dan 8 April 2017. Pemandangan di tanggal 8 lebih indah karena bunga sakuranya sedang mekar sempurna.

Jalan Takeda dilihat dari gerbang kuil Takeda. Nampak pohon sakura menghiasi kiri-kanan jalan.
(6 Apr 17)

Untuk mencapai kuil ini, kita bisa menggunakan bis umum dari pintu utara stasiun Kofu selama kurang lebih 10 menit. Bis tersedia tiap setengah jam mulai pukul 6:50 hingga 20:45. Bisa juga ditempuh dengan jalan kaki sekitar 30-40 menit dari stasiun Kofu.

Foto saya dengan sakura. Senyumnya nanggung ya? Tak apa. Anggap saja angin lalu. 😪
(8 Apr 17)

Tanggal 8 April bertepatan dengan kegiatan Festival Shingen Ko, festival parade 1500 samurai untuk memperingati wafatnya Takeda Shingen. Sehingga pada saat saya ke kuil Takeda ada pasukan yang sedang ‘meminta restu’ kepada Takeda Shingen. 

Perwakilan pasukan dari perusahaan JR Jepang Timur sedang 'meminta restu'.
(8 Apr 17)

Pasukan yang sudah selesai 'meminta restu'. Boleh dong mejeng sebentar. 😭
(8 Apr 17)

Taman Olahraga Kose 

Tempat ini adalah salah satu pusat olahraga di Yamanashi yang dimiliki oleh Pemerintah Prefektur. Menjadi salah satu tempat favorit warga untuk berolahraga dan berekreasi. Klub sepakbola Ventforet Kofu pun bermarkas di sini. 

Pohon sakura di tepi sungai. (6 Apr 17)

Di lahan seluas 46 ha ini bermekaran beberapa jenis sakura seperti Yaezakura dan Fujizakura dan lainnya. Sekitar 550 batang pohon sakura ditanam di sini. Tempat favorit warga adalah deretan pohon sakura di sepanjang jalan utama taman. 

Pohon sakura di jalan utama taman. (6 Apr 17)

Kita bisa mencapai taman ini dengan menggunakan bis kota dari stasiun Kofu dengan lama perjalanan sekitar 25 menit. Ada 6 kali pemberangkatan bis di hari biasa dan sayangnya frekuensi itu berkurang menjadi 3 kali di hari libur. Maka pilihan bagi yang tidak memiliki kendaraan pribadi yang ingin berkunjung di hari libur adalah berjalan kaki sekitar 30 menit dari stasiun Kai Sumiyoshi. 

Tampak dekat bunga sakura. (6 Apr 17)

Suasana warga yang menikmati mekarnya sakura. (6 Apr 17)

Budou no Oka 

Salah satu kilang anggur ternama di Yamanashi yang berada di daerah Katsunuma, kota Koshu. Jika diterjemahkan ‘Budou no Oka’ berarti ‘bukit anggur’ dalam bahasa Indonesia. Posisinya yang berada di puncak bukit, merupakan salah satu tempat yang cocok untuk melihat hamparan bunga persik di Cekungan Kofu.

Cekungan Kofu dilihat dari Budou no Oka. (13 Apr 17)

Pohon sakura di lereng bukit. (13 Apr 17)

Selain kilang anggur, ada juga restoran dan museum anggur di tempat ini. Kilang anggur berada di bawah tanah supaya suhunya tetap terjaga. Restorannya berada di lantai 2, supaya para tamu bisa menikmati pemandangan yang terbaik. 

Jejeran anggur merah di kilang anggur. (13 Apr 17)

Jejeran anggur putih di kilang anggur. (13 Apr 17) 

Tempat ini hanya bisa ditempuh dengan mobil pribadi atau taksi. Atau... jalan kaki (lagi). Waktu tempuh sekitar 20 menit dari stasiun Katsunuma Budoukyo. 

Yatsushiro Furusato Koen

Kita bisa melihat Togenkyo, alias hamparan bunga persik di Cekungan Kofu dengan jelas dari puncak bukit di taman ini. Bunga persik dan bunga sakura mekar bersamaan di tempat ini. 

Cekungan Kofu yang dihiasi hamparan bunga persik. (13 Apr 17)
Tampak dekat bunga persik. (13 Apr 17)

Sayangnya, tempat ini hanya bisa ditempuh oleh kendaraan pribadi dan taksi. Terlalu jauh jika harus ditempuh dengan jalan kaki. Kecuali kalau bersedia jalan kaki sekitar 2 jam. Hehehe. 

Pohon sakura terbesar di taman ini. (13 Apr 17)

Taman ini adalah salah satu tempat yang jadi lokasi syuting drama NigeHaji di episode 10. Ayo coba periksa ya. 

Bunga sakura ditemani hamparan bunga persik. (13 Apr 17)

Herb Garden

Saat saya berkunjung ke taman ini, kebetulan sedang ada festival tulip. Tamannya tidak terlalu luas, tapi banyak jenis tulip yang ditanam di sini. Ini kali pertama saya melihat langsung tulip. Ternyata aroma tulip wangi sekali! 

Kebetulan warna kemeja batik yang dipakai cocok dengan warna tulip di belakangnya. Cieee. 😝
(20 Apr 17)

Susunan tulip di sini ditanam dengan dua cara, ada yang ditanam dengan warna yang senada, ada juga yang ditanam dengan warna yang acak. Yang manapun sama indahnya. 

Bunga tulip yang disusun dengan warna yang senada. (20 Apr 17)

Bunga tulip yang disusun dengan warna acak. (20 Apr 17)

Jika dilihat satu-persatu, ternyata bentuk bunga tulip itu bermacam-macam ya. Yang selama ini ada di benak saya kelopak tulip itu lebar dan bulat. Ternyata ada juga yang kelopaknya tipis dan lonjong. 

Tulip dengan campuran warna ungu dan putih ini yang kelopak bunganya tipis dan lonjong.
(20 Apr 17)

Menurut pengawas taman, tulip tahun ini mekarnya terlambat karena cuaca lebih dingin. Tapi uniknya hal itu menyebabkan tulip bisa dinikmati bersamaan dengan 'Na no Hana' atau yang dikenal sebagai bunga kanola. Rata-rata tulip bisa dinikmati 2 minggu setelah mekar. 

Tulip, yang sepertinya terlanjur terlalu lekat dengan Belanda, mungkin membuat pengelola taman ini untuk melengkapinya dengan kincir angin khas negeri itu. Anggap saja pemanasan sebelum berkunjung ke Belanda nanti. Semoga. 

Tulip mekar bersama dengan kanola. Bunga kanola ada di deretan paling belakang, berwarna kuning.  (20 Apr 17)
Untuk menuju taman ini, kita bisa menggunakan taksi atau jalan kaki sekitar 30 menit dari stasiun Katsunumabudoukyo.

Minami Kiyosato Michi no Eki 

Pada saat saya berkunjung ke tempat ini, bunga sakuranya belum bermekaran, karena tempat ini lebih dingin dari tempat lainnya. Saat itu yang sudah bermekaran adalah bunga kanola. 

Bunga kanola dan koinobori. (25 Apr 17)

Kebetulan, saya berkunjung di akhir April, sehingga pihak pengelola sudah bersiap untuk menyambut Hari Anak-Anak yang jatuh di tanggal 5 Mei. Untuk itu puluhan hiasan Koinobori dipasang di taman ini. 

Taman bermain anak dihiasi Koinobori. (25 Apr 17)

Untuk menuju tempat ini, lebih baik menggunakan kendaraan pribadi atau taksi. Karena terlalu jauh jika harus jalan kaki. 

Penutup

Menikmati bunga adalah salah satu hal baru yang saya pahami setelah datang ke Jepang. Sedikitnya saya mulai mengerti mengapa orang Jepang suka bunga sakura dan bunga-bunga lainnya. Hal itu tidak lain disebabkan oleh sedikitnya waktu untuk menikmati keindahan tersebut sehingga menjadikannya istimewa.

Sampai jumpa lagi. 

Salam. 
































No comments:

Post a Comment