Kunjungan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ke Prefektur Yamanashi

oleh Fadly Agustimahir

     Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengunjungi Prefektur Yamanashi untuk kedua kalinya pada tanggal 24-25 November 2016. Tujuan utama kunjungan kali ini adalah untuk melakukan penandantangan memorandum saling pengertian tentang kerjasama persahabatan antara kedua daerah.

     Selain dari kegiatan utama tersebut, Bapak Gubernur serta rombongan mengunjungi tempat-tempat lain di Prefektur Yamanashi. Diantaranya, Museum Prefektur Yamanashi di kota Fuefuki, Institut Penelitian Gunung Fuji, dan Pusat Warisan Dunia Gunung Fuji di kota Fujikawaguchi.

     Museum Prefektur Yamanashi yang didirikan pada tahun 2007 ini memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk mengetahui pola kehidupan masyarakat di Yamanashi dengan alur yang mengalir mulai dari zaman pra-sejarah hingga masa kini. Selain itu, museum ini memiliki konsep pameran yang interaktif sehingga para pengunjung bisa mencoba beberapa peragaan yang tersedia. Di sini Bapak Gubernur menemukan batik Jawa dengan corak buah anggur.

Diorama penduduk Yamanashi zaman dahulu.

Batik Jawa dengan corak buah anggur.

Taman museum yang tertutupi salju.
     
     Semula, rombongan Gubernur direncanakan untuk mengunjungi Institut Penelitian Gunung Fuji, namun karena lebatnya salju di sekitar lokasi, maka pertemuan diadakan dengan meminjam ruangan di Pusat Warisan Dunia Gunung Fuji.

Diskusi terkait penelitian bersama tentang kegunungapian.

     Pihak Institut Penelitian Gunung Fuji memaparkan rencana penelitian tentang kegunungapian yang akan dilaksanakan dengan pihak Universitas Gajah Mada selama 3 tahun mulai Maret 2017 di sekitar gunung Merapi. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama program hibah akar rumput dari JICA.

     Pusat Warisan Dunia Gunung Fuji baru dibuka pada 22 Juni 2016. Museum ini dilengkapi oleh fasilitas dengan teknologi terbaru. Diantaranya aplikasi ponsel pintar yang mengintegrasikan informasi fasilitas wisata di sekitar gunung Fuji serta AR (Augmented Reality) untuk koleksi yang tersedia di dalam museum. Selain itu, ada replika gunung Fuji dengan skala 1:1000 yang disebut Fugaku 360.  

Penjelasan tentang objek pameran di Koridor Ochudo

Penjelasan titik posisi puncak gunung Fuji pada peta.

Fugaku 360. Gambar dari sini

     Rombongan delegasi Gubernur DIY nampak terkesima dengan kedua museum yang dikunjungi. Semoga bisa menjadi inspirasi untuk membuat museum-museum yang lebih menarik di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pusat Warisan Dunia Gunung Fuji dilihat dari tempat parkir.

Salju di pepohonan sekitar Pusat Warisan Dunia Gunung Fuji.

     Diawali dengan kunjungan ini, semoga kedepannya kedua daerah dapat saling mengenal dan bisa melahirkan kerjasama-kerjasama yang bermanfaat bagi masyarakatnya.


No comments:

Post a Comment

Instagram