oleh Kendra Evans, terjemahan Fadly Agustimahir
Akhir pekan lalu ada Festival tahunan
Shingen-ko yang ke 46 di kota Kofu dalam rangka memperingati sosok Takeda
Shingen. Takeda Shingen adalah ksatria yang terkenal dari Provinsi Kai (kini
Prefektur Yamanashi). Sebagai pimpinan militer ternama, Shingen menaklukan
banyak daerah dan mengalahkan berbagai musuh ketika dia memimpin klan Takeda,
menjadikan daerah itu ternama dan makmur. Untuk memperingati peninggalannya,
Prefektur Yamanashi mengadakan festival selama 3 hari setiap tahunnya.
Selain dari tenda jajanan, musik, dan
penampilan yang biasa ada di festival di Jepang, festival Shingen-ko ini
memiliki sesuatu yang unik, yaitu parade samurai. Takeda Shingen (diperankan
oleh aktor terkenal) memimpin 24 ksatria dan pasukan bawahannya berpawai di
jalanan kota Kofu. Berbagai grup mewaikili perusahaan swasta, pemerintah kota,
dan lainnya. Batalion ini terdiri dari sekitar 1500 orang. Dengan para peserta
yang memakai baju samurai, pada tahun 2012 pawai keliling kota ini terdaftar
sebagai parade samurai terbesar di dunia oleh buku rekor Guinness.
Pemerintah Prefektur Yamanashi telah
bekerjasama dengan Garuda Indonesia, maskapai penerbangan nasional Indonesia
untuk beberapa tahun dan pada saat Gubernur Goto mengunjungi Indonesia tahun
lalu, beliau mengundang perwakilan untuk turut serta di festival ini. Undangan
itu disambut baik dan tahun ini adalah kali pertamanya Garuda Indonesia
mengikuti parade samurai. Jusman Syafii Djamal, selaku Presiden Komisaris
Garuda Indonesia, memimpin pasukannya dengan berperan sebagai Jendral. Para
peserta bukan hanya perwakilan dari Garuda Indonesia, tapi juga Rachmat Gobel,
pengusaha ternama dari Indonesia yang beberapa waktu lalu membuat usaha bersama
dengan Chateraise, waralaba kue ternama dari Yamanashi. Beliau membawa banyak
rekan, termasuk selebriti Indonesia di dalamnya. Selain itu, beberapa warga
Indonesia yang tinggal di Jepang pun ikut serta ke dalam pasukan.
Makanan khas Yamanashi seperti mie Houtou
dan salmon Kai disajikan pada makan malam. Ada beberapa sambutan dari Presiden
Komisaris Garuda, Rachmat Gobel, dan Gubernur Yamanashi. Selain itu mereka
saling tukar cindera mata. Setelah makan, ada beberapa penampilan untuk
menghibur para hadirin untuk mengantar istirahat sebelum mengikuti acara utama
esok.
Awan mendung yang dikhawatirkan akan
membawa hujan mengawali hari festival. Tamu kita kali ini akan mencoba kostum
lainnya - yang kali ini adalah kostum samurai. Kostum samurai ini terdiri dari
beberap lapisan. Pertama memakai kaos kaki yang disebut tabi. Kaos kaki ini terpisah menjadi dua bagian jari, supaya bisa
mengenakan sendal Jepang dengan nyaman. Berikutnya adalah juban, atau baju kain berwarna putih. Baru setelah itu menggunakan
celana yang besar. Untuk gaya kostum ini, celana tersebut memiliki tali di
bagian lutut dan pergelangan kaki untuk diikatkan di sekitar kaki. Celana ini
pun ditalikan di pinggang supaya tidak merosot. Setelah celana ini, ada kain shin yang digunakan untuk menutupi kaki
bagian bawah. Masih ada pelindung tangan yang ditalikan ke badan dan di bawah
ketiak.
Sendalnya dipasang berikutnya. Waraji, adalah sendal jerami yang
ditalikan sedemikian rupa supaya tidak bergeser. Bagaimanapun juga, sendal ini
terbuat dari jerami, jadi tidak begitu membantu sebagai alas kaki, terutama
pada saat pawai!
Kami mengenakan baju samurai kepada 17 tamu
wanita di pagi hari. Ini cukup rumit, dan kami yang membantu harus belajar
bagaimana untuk memasangkan semuanya dengan cepat. Meski berat untuk mengenakan
baju ini sepanjang hari, tapi seluruh anggota tim sangat antusias dan tidak ada
yang mengeluh!
Regu ini berkumpul di depan Gedung Dewan
untuk menhadiri upacara pembukaan di kantor Prefektur. Banyak tamu istimewa dan
peserta festival, seperti Bapak Djamal dan Bapak Gobel, yang ikut ambil bagian
dalam upacara ini, seperti memberikan sambutan singkat sebelum memecahkan tutup
wadah sake, sebagai tanda dimulainya festival Shingen-ko.
Setelah upacara pembukaan, semua orang
berkeliling di lokasi festival. Di kantor Prefektur ada sake, berondong jagung, permen kapas, dan lainnya yang dibagikan
serta penampilan seperti Taiko, drum
Jepang. Diluar dugaan, cuaca cukup hangat, awan mendung pun hilang, jadi semua
orang sangat menikmati saat itu.
Semua orang berbaris untuk mengambil foto
kenang-kenangan, dan melatih yel-yel. Mereka memiliki suara lantang yang bagus,
membuat pasukan lain semakin bersemangat!
Begitu latihan selesai, mereka mulai
bergerak menuju Istana Kofu. Sakura di taman Istana begitu mengagumkan sebagai
latar, kerumunan orang bertepuk tangan dan menyoraki para samurai.
Dimulailah pawai ini. Diawali dari istana,
menuju ke stasiun Kofu. Di sana, pimpinan berpisah dari pasukannya untuk naik
ke kudanya. Saya tidak tahu ada kuda di pawai ini, dan saya begitu terkejut!
Ini tidak lazim untuk melihat kuda di Yamanashi, dan kuda-kuda ini datang dari
Kobuchizawa.
Jalanan dipenuhi oleh para penonton yang
menyoraki dan menyemangati pasukan. Pasukan melangkah perlahan, saya yakin kaki
mereka tidak nyaman, tapi disemangati oleh para penonton membuat mereka
bersemangat. Keseluruhan pawai ini direkam, dan begitu kita melewati tempat
seperti Alun-alun Yamanashi, kamu bisa melihat pimpinan pasukan yang nampak
begitu besar, serta pasukan yang ada di depan dan belakang kita, pada layar
besar yang dipasang di dinding.
Dari stasiun, pawai ini terus berjalan ke
Jalan Heiwa, kemudian belok ke arah Okajima di sekitar Kantor Kota. Pasukan
kami meneriakkan yel-yel di tengah keramaian, dan kami melakukan tos dengan
anak-anak yang menonton. Cukup gelap pada saat itu, tapi gemerlap lampu menyinari
peserta pawai. Syukurlah, sama sekali tidak turun hujan!
Pasukan kami kembali ke kantor Prefektur, tidak kembali ke istana. Ketika mereka kembali, semua orang bersegera untuk melepaskan jubahnya! Pasukan Garuda Indonesia telah bekerja keras, dan tetap ceria dan bersemangat sepanjang pawai. Saya harap mereka menyenanginya. Sebuah kebanggaan untuk bisa bekerja dengan mereka.
Festival ini sukses besar, lebih dari
145.000 orang hadir selama 3 hari. Saya harap Garuda Indonesia memutuskan untuk
kembali hadir tahun depan! Saya pasti akan datang kembali sebagai wisatawan,
supaya saya bisa menikmati festival ini lebih banyak lagi. Kamu juga harus
datang dan rasakan sendiri ya!
No comments:
Post a Comment